Sabtu, Februari 20, 2010

Tegal,kota yg tak pernah terpikirkan sebelumnya


January ke February...masa transisi perjalanan tugas dari satu lokasi ke lokasi yg lain dengan beda kota tujuan. Dari Semarang ke Tegal... keduanya tidak ada yg identik kecuali berbicara soal sajian minuman yg bernama teh.
Dari keunikan lorong2 jalanannya , selalu kita temui perempatan yg semuanya cukup ramai dengan kendaraan roda dua dan becak, kadang ada juga beberapa mobil yg cukup menyesakkan jalan yg rata2 tidak terlalu lebar.
Keramaian kota Tegal lebih memberi kesan kota kecil yg asri....
January - February......awal dari perjalanan yg penuh inspirasi.....dibanding tugas2 sebelumnya dikota lain. Perjalanan yg harus ditempuh dengan mobil karena tidak ada nya trasnportasi lain yg lebih baik (pilihan lain hanya kereta api).
Hotel adalah yg paling dicari kalau kita berkunjung ke suatu kota, tapi jangan khawatir walau Tegal tidak sebesar Semarang tapi soal hotel anda akan sangat mudah mencarinya. Disepanjang jalan yg membelah kota ini (bagi pelintas pantura) bertebaran hotel yg beragam. Mulai BahariInn, Plaza dan (yg cukup nyaman selama kami disana) adalah Karlita Hotel.Tempat nya agak masuk ke dalam jalan yg cukup mudah dicari. disana ada fasilitas swimming pool dan karaoke. Selalu penuh kalau week end....jadi jangan harap anda bisa mendapatkan kamar kalau mendadak check in.





Memasuki kota Tegal anda akan disuguhi banyak iklan teh....kenapa? apa disini banyak kebun teh sehingga teh begitu berjaya disini? Yg jelas saya belum mendengar sedikitpun dari teman2 yg tinggal di Tegal/Slawi kalau disini banyak kebun teh.
Hampir semua teh ber merk ada disini (termasuk sosro yg terkenal itu) terus terang saya gak sempat menelisik secara mendalam soal teh. tapi saran saya jangan lupa menikamati teh yg nikmat ini setiap anda mampir makan direstauran di kota ini.
Teh Poci sangat terkenal, karena penyajiannya menggunakan poci yg terbuat dari gerabah (tanah liat ) disajikan dengan gula batu putih dan yg gak suka panas bisa juga minta es dalam gelas. Dan teh yg anda seduh di cangkir gerabah setelah gulanya larut bisa anda tuangkan kegelas yg berisi es.....nikmatnya, wahhhhhhh bukan main aroma tehnya yg sepet dan manis.

Sabtu, Januari 30, 2010

Goes to Singapore............


Tgl 23 January 2010, adalah masa bersejarah buat kita di pekerjaan...bagaimana tidak , impian sepuluh tahun lebih buat bertemu dengan staf yg ada di singapore akhirnya jadi kenyataan walau tidak dalam acara spesial pertemuan keluarga besar.
Kita dipertemukan dalam acara wedding anak satu2nya bos....dalam situasi dimana kami bener2 sibuk menyiapkan commissioning mesin di beberapa customer. tapi apa boleh buat disini kita benar2 diuji... tetap memprioritaskan kerjaan ? apa pergi ke Singapore buat menghadiri perhelatan itu (maksudnya wedding anak bos ini). ternyata kita harus say good bye sementara buat kerjaan...bule2 kita tinggal dan dengan 2 gelombang flight kita terbang ke Singapore.
Kami serombongan tinggal di Mandarin Oriental Hotel, yg terletak di Raffles Avenue, hotel yg menghadap ke selatan dengan view yg cukup bagus .
Dari kamar kami tinggal (dilantai 21) bisa dilihat pemandangan Merlion Park yg kesohor itu juga gedung menjulang tinggi mirip huruf china yg bakal jadi pusat casino diwilayah ini.






Selasa, Januari 12, 2010

Colleague































Tukang keliling...begitulah saya menyebut pekerjaan yg saya jalani. demikian juga yg dilakoni para engineer dari negara manca yg sering kita kawal ketika bertugas di Indonesia. Fungsi mereka dengan kita hanya beda-beda tipis......yg jelas gaji berbeda jauh.....skill sedikit lebih banyak mereka (karena mereka dari pabrik pembuat mesin) Tetapi soal kemampuan trouble shooting jangan meremehkan tehnisi Indonesia.

Kamis, September 17, 2009

Minggu, September 06, 2009

Ramadhan 1430 H berbuka di Marche



Dua tahun terakhir teman2 selalu mempunyai ide buat menyambut Ramadhan dengan berbuka bersama (walau sebagian kita tidak ikut puasa ), kebersamaan seperti ini memang selalu kita coba adakan agar rasa kekeluargaan selalu terjaga.
Tapi yg selalu jadi kendala, jarang kita bisa kumpul secara full, maklum karena alasan kerjaan akhirnya sering kita tidak bisa merasakan kebahagian secara bersama...ada saja yg harus keluar kota buat bertugas. Tapi untungnya ini bisa dimaklumi.
Terus terang ide seperti ini hanya dibicarakan diantara kita sendiri,artinya bos tidak akan tahu kalau staff nya makan enak ditempat yg agak bermartabat. Bagaimana pun kebersamaan ini bisa terjadi dengan adanya niat,kesepakatan dan doku.
Nah urusan niat terus terang harus ada motornya , harus ada motivatornya dan juga ada penguat motivator tersebut. selebihnya semua rekan tinggal berkehendak pergi atau tidak.
Kelihatannya acara seperti ini menarik....tapi menjadi tidak menarik kalau kita tidak menyadari kendala apa sulitnya mengumpulkan teman2 untuk bersama-sama pergi.
Oke, kita membicarakan saja target makanan yg kali ini cocok dengan selera semua.

Restaurant Marche, Plaza Senayan.
Dari namanya saja sudah terasa kalau ini restaurant western menu...yap ini memang restaurant dengan menu barat...yg cukup membikin penasaran. karena sebelum kita tahu..... gossipnya suasana didalam restaurant ini memang mengingatkan kita dengan suasana rumah pedesaan di swiss sana. bayangkan..kita tidak usah ke swiss kalau mau makan dengan suasana di negara tersebut.

Kita ber enam meluncur menuju Senayan menelusuri macetnya Jakarta menjelang jam buka puasa. Mengenai macet...ampunn deh, gak perlu dibahas ..bikin sakit hati...Jakarta ya seperti itu lah. Kalau dirasakan bikin stress...

Singkatnya setelah parkir dilantai 3 kami naik ke lantai 5 dimana Restaurant Marche bercokol.
rumah desa di swiss sana bercokol dalam mall ? itulah kesan sesampainya didalam restaurant.
Meja2 sudah depenuhi para pelanggan yg asyik menikmati makanan, tadinya kami pikir tidak kebagian tempat saking ramainya. Ternyata Tuhan masih beserta kita....beserta orang2 yg menjalankan ibadah puasa.

Dengan berbekal sebuah card yg ketika masuk setiap pengunjung memperolehnya...kita bisa pesen makanan apapun yg ada. bayar belakangan...nilai card tersebut 1 jt kalau kita menghilangkannya...(mahal amit?)

Suasana didalam bener2 unik dan menarik, jangan harap dapat menu lokal disana. Steak,Ayam dan Ikan itu menu yg bisa kita temui di Resto lain. tapi ibarat kata kita makan di resto sebagian adalah membeli suasananya. Menu boleh sama....suasana dan penyajian yg membedakannya.

Sama halnya dengan kita, pengunjung lain juga berombongan dengan geng mereka masing2....sambil makan mereka ketawa ketiwi diantara cengkrama mereka. Kadang diselingi foto bersama sebagai kenang2an....malah ada yg memposting langsung ke blog/FB suasana makannya dengan HP......